Rabu, 14 November 2012

Kandungan Daun Jambu Biji

Kandungan daun jambu biji seperti saponin, minyak atsiri, tanin, anti mutagenic, flavonoid, dan alkaloid belakangan ini dijadikan bahan penelitian oleh mahasiswa Universitas Muhamadiyah Yogyakarta untuk digunakan sebagai deodoran alami. Itu karena daun jambu biji yang bersifat anti-bakteri dapat melawan pertumbuhan Staphylococcus Epidermis yang merupakan penyebab bau badan.

Tim riset mahasiswa jurusan pendidikan kimia Hilman Qutdratuddarsi, Hendra Tukantari, Ainur Khafid dan Fariz Rifai menyatakan bahwa dengan ditumbuk saja, kandungan daun jambu biji sudah dapat menghilangkan bau badan apalagi manfaat jambu biji dapat menjaga kesehatan kulit. Ini tentunya merupakan nilai tambah.
"Daun ini cocok jadi deodoran alami, apalagi jika dibuat ekstraknya," kata Hilman saat mempresentasikannya. Penelitian ini berawal dari kebiasaan masyarakat Nusa Tenggara Barat tepatnya di  Desa Jorok, Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa Besar. Mereka biasa menggunakan tumbukan daun jambu biji untuk dipakai di ketiak dengan tujuan untuk menghilangkan bau badan.
Jauh-jauh hari dari orang tua, kita diajarkan bahwa kandungan daun jambu biji dapat mengobati diare dan disentri. Astrigent dalam daun jambu biji bersifat alkasi dan mampu membunuh kuman penyebab diare dan disentri. Rebusan beberapa lembar daun jambu biji saja sudah mampu menghentikan diare.

Tidak sampai disitu saja, di Bali masyarakat memanfaatkan kandungan daun jambu biji sebagai obat memar karena kandungan steroid sebagai bahan anti-inflamasi (anti-radang) yang dimilikinya. Meskipun belum ada penelitian yang khusus meneliti tentang manfaat ini tetapi ini merupakan informasi menarik yang layak dicoba.

Kandungan daun jambu biji yang lain yakni anti oksidan, merupakan bahan yang bersifat protektif terhadap sel. Meskipun kemampuannya lebih rendah dari vitamin E tetapi jangan lupa bahwa daun jambu biji memiliki kandungan lain yang bermafaat seperti disebutkan diatas sehingga dapat digunakan untuk berbagai macam obat dan keperluan.
 

Sekilas Tentang Jambu Biji


Jambu biji adalah buah ajaib yang sangat akrab di sekitar kita, banyak masyarakat yang mengetahui tentang jambu biji.

Buah yang satu ini mempunyai kandungan vitamin C yang sangat tinggi dan juga sebagai sumber mineral yang berguna untuk menangkal jenis penyakit degenerative dan membantu menjaga kebugaran tubuh. Dan, dalam daun serta batangnya terdapat kandungan zat anti bakteri yang bermanfaat untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit.

Secara taksonomi, jambu biji masuk ke dalam tanaman perdu yang tingginya bisa mencapai 10 meter, namun mempunyai kelebihan mudah untuk beradaptasi dengan lingkungan dan kemampuan regenerasinya sangat baik. Sangat mudah tumbuh di segala macam musim dan pada ketinggian sekitar 5-1200 meter di atas permukaan laut.



Di lihat dari sejarahnya, buah ini berasal dari daerah Amerika Tengah, lebih tepatnya di Negara Brasil. Kemudian menyebar ke berbagai Negara di kawasan Asia, seperti Thailand, Indonesia, dll. Jambu biji ini, di banyak Negara dianggap sebagai tanaman terpenting. Sekarang ini, tanaman ini banyak ditanam di seluruh pelosok dunia, paling banyak di Negara tropis.

Di Indonesia ada beberapa daerah yang menjadi sentra produksi buah ini, diantaranya DKI Jakarta, Jabar meliputi Karawang dan Cirebon, Jawa Tengah meliputi Grobogan, Pekalongan, Jepara, Kudus, Purbalingga, Cilacap, Gombong, Wonogiri, Semarang dan Sukoharjo, DIY meliputi Gunung Kidul, Sleman, Kulon Progo, Jawa Timur, Bali, NTB, Kalimantan dan Sumatera.

Sebagai Tanaman Serbaguna

Tanaman jambu biji adalah tanaman dari jenis perdu yang mempunyai banyak cabang. Bagian dari tanaman ini yang sering dimanfaatkan adalah bagian daun, buah dan kulitnya. Daun jambu seringkali dipakai sebagai obat diare, dan berbagai macam penyakit yang banyak berhubungan dengan pencernaan.

Daun jambu memiliki kandungan flavonoid yang sangat tinggi, terutama quercetin. Senyawa tersebut bermanfaat sebagai antibakteri, contohnya untuk mengobati diare. Kandungan Polifenolnya bermanfaat sebagai antioksidan.

Hampir sama dengan daun jambu, kulit batangnya mempunyai manfaat sebagai antibakteri. Kedua bagian tersebut mempunyai sifat toksik pada beberapa bakteri yang dapat menyebabkan diare. Sedangkan untuk bagian yang paling penting adalah buahnya. Buah dapat dikonsumsi dengan berbagai bentuk seperti pasta, jeli, selai, jus, dan dodol.

Jenis jambu biji

Untuk bentuknya sendiri sangat bervariasi, mulai dari bulat sampai lonjong dan aromanya juga wangi. Rasanya sendiri sangat khas, yakni manis, manis asam maupun asam. Rasa yang khas disebabkan adanya senyawa eugenol. Kulit buahnya sangat tipis dengan warnanya hijau sampai berwarna kuning. Bijinya pun sangat bervariasi dari yang sedikit sampai banyak. Panenya tidak mengenal musim, bisa panen sepanjang tahun.

Ukuran buahnya juga sangat bervariasi, ada yang diameternya 2,5 cm, bahkan sampai diameter 10 cm. masyarakat banyak yang menyukai buah jambu biji yang mempunyai daging lunak dan tebal, dengan rasa yang manis, mempunyai biji sedikit dan ukuran buah besar.

Di seluruh dunia diperkirakan ada 150 jenis jambu biji. Di Indonesia sendiri jenis jambu yang banyak ditanam dari jenis jambu pasar minggu, jambu kamboja, jambu sukun, jambu apel, jambu susu putih, jambu Palembang, jambu Australia, jambu sari dan jambu harum manis. 
 

Kandungan Jambu Biji Merah

Beberapa orang mengatakan bahwa rasa dari buah jambu biji atau buah klutuk mirip dengan buah pir atau melon. Buah ini dapat dinikmati secara langsung maupun dibuat jus. Jambu biji yang nama latinnya Psidium Guajava mempunyai banyak manfaatuntuk kesehatan. Berbagai jenis penyakit dapat dicegah dengan mengkonsumsi buah ini secara rutin. Disamping sangat baik untuk kesehatan, jambu biji ini mempunyai harga yang relatif sangat murah bila kita bandingkan dengan jenis buah yang lain.
Jambu biji ini termasuk makanan yang tumbuh di daerah tropis, masuk ke Indonesia dibawa melalui Thailand. Buah ini sangat terkenal akan kandungan vitamin C yang tinggi. Daun jambu biji ini sering digunakan sebagai obat tradisional untuk mengobati diare dan juga batuk. Khasiat yang lain dari buah ini, yakni dapat membantu untuk menyembuhkan penderita DBD.
Buah jambu biji ini kaya akan sumber serat larut. Fungsi dari kandungan serat adalah untuk melindungi usus besar. Banyak orang yang bertanya, apa saja kandungan jambu biji merah? Berikut beberapa kandungan jambu biji merah.
Kandungan Gizi Jambu Biji:
Nilai gizi per 100 g.
·         Asam pantotenat 0.451 mg 9%
·         Air 86 gram
·         Besi 0,26 mg 3%
·         Crypto-xanthin-ß 0 mcg
·         Elektrolit
·         Energi 68 Kcal 3,5%
·         Folates 49 mcg 12,5%
·         Fosfor 11 mg 2%
·         Kalium 417 mg 9%
·         Kalsium 18 mg 2%
·         Karbohidrat 14,3 g 11,5%
·         Kolesterol 0 mg 0%
·         Lycopene 5204 mcg
·         Magnesium 22 mg 5,5%
·         Mangan 0,150 mg 6,5%
·         Mineral
·         Natrium 2 mg 0%
·         Niacin 1,084 mg 7%
·         Phyto-nutrisi
·         Protein 2,55 g 5%
·         Pyridoxine 0,110 mg 8,5%
·         Riboflavin 0,040 mg 3%
·         Selenium 0.6 mcg 1%
·         Seng 0,23 mg 2%
·         Serat diet 5.4 g 14%
·         ß-karoten 374 mcg
·         Tembaga 0,230 mg 2,5%
·         Thiamin 0,067 mg 5,5%
·         Total Lemak 0,95 g 3%
·         Vitamin
·         Vitamin A 624 IU 21%
·         Vitamin C 228 mg 396%
·         Vitamin E 0,73 mg 5%
·         Vitamin K 2.6 mcg 2%
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar